Minggu, 10 Maret 2013

SISTEM DEMOKRASI : PENYEBAB UTAMA KORUPSI


          Menyedihkan, tak satu pun parpol, baik yang sekuler maupun yang secara resmi mengatakan asasnya Islam, bersih dari korupsi. Terseretnya yang agamis untuk terlibat kasus korupsi mengisyaratkan, bahwa dalam sistem demokrasi sekarang ini, hanya mereka yang berusaha keras menjaga kebersihan diri secara terus menerus yang bisa terhindar dari pengaruh buruk itu. Hanya saja, karena berada di lingkungan sistem politik yang buruk, orang yang baik pada akhirnya hanya akan berujung pada dua kemungkinan, terlempar dari arena atau karena terdesak akhirnya terpaksa terlarut dalam suasana yang buruk itu dan menjadi buruk serta korup.
          Ketika kedaulatan diserahkan kepada manusia atas  nama rakyat, hukum pun kemudian ditentukan oleh manusia untuk kepentingan manusia. Dalam kondisi seperti ini uang menjadi panglima yang menjadi tujuan kepentingan manusia dan paling mempengaruhi manusia. Disinilah demokrasi menjadi pangkal korupsi untuk membiayai mahar politik yang mahal atau mempertahankan kekuasaan yang membutuhkan modal yang besar. Balas budipun harus dilakukan kepada pemberi modal politik. Terjadilah lingkaran syaitan, money to politics dan politics to money. Kebijakan politik bukan lagi untuk kepentingan rakyat tapi kepentingan elit politik dan pemilik modal! Proses demokrasi di negeri ini yang membutuhkan biaya kampanye untuk membeli partai politik, yang memerlukan biaya yang sangat besar. Selain itu rendahnya hukuman terhadap koruptor juga menjadi faktor sulitnya menghilangkan korupsi ditambah lagi korupsi di penegakan hukum. mulai dari penyelidikan, penuntutan, sampai di penjara sekalipun ada korupsi, apa lagi tiga faktor utama penyebab korupsi. Pertama, sistem yang mendorong dan memacu korupsi, “itulah sistem politik demokrasi sekuler, yang kedua rendahnya keteladanan. “Dan ketiga, tipisnya apa yang disebut suasana keimanan yang hampir-hampir tidak ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.
 
        Jadi sampai jungkir balik sekalipun, tidak akan bisa terhapus Korupsi di negeri ini bahkan sampai kiamat. karena tidak adanya kemauan dan keteladanan untuk memberantas korupsi. Hal yang dilakukan untuk memberantasan korupsi yang dibutuhkan tidak hanya institusi. perlu kemauan, terutama kemauan yang kuat dari pemimpin tertinggi negeri ini. Jika kemauan datang dari pemimpin tertinggi, maka sudah banyak kasus-kasus korupsi di negeri ini yang sudah terbongkar, korupsi di Indonesia dipengaruhi by person dan by system. Korupsi di Indonesia agak mudah jika by person muncul karena ketamakan individu atau mungkin keterpaksaan individu oleh karena gaji yang kurang itu masih agak ringan dinaikkan gaji selesai. Tapi yang terjadi di negeri kita ini korupsi tidak hanya terjadi karena by person tapi juga by system yang lahir karena sistem yang cenderung membuat orang korup seperti proses politik yang sangat mahal di negeri ini.
         Semua itu berbeda dengan sistem Islam. Dalam Islam, kedaulatan hanya ada ditangan syara’, bukan ditangan manusia. Hukum dan peraturan dibuat dengan mengacu kepada al-Quran, as-Sunnah, Ijmak Sahabat dan Qiyas. Dengan itu peluang jual beli peraturan tertutup. Hukum dan peraturan sulit direkayasa demi kepentingan politisi dan penguasa.
        Dalam Islam, kekuasaan di tangan rakyat. Rakyat yang memilih khalifah. Sementara penguasa daerah (gubernur dan amil – penguasa daerah setingkat kabupaten/kota) ditunjuk oleh Khalifah. Masa jabatannya ditentukan oleh khalifah di samping oleh keridhaan dan penerimaan penduduk daerah itu dan sejauh mana berpegang kepada syariah. Dengan begitu tidak perlu dana besar dan meminimalkan peluang terjadinya korupsi.
       Khalifah, penguasa daerah dan aparatur adalah manusia biasa, bisa saja tergoda dan akhirnya melakukan korupsi. Namun dengan sistem Islam, korupsi itu sifatnya by person, dilakukan orang per orang. Itu relatif lebih mudah diatasi. Untuk mengatasi korupsi by person , sistem Islam menanamkan iman dan takwa. Dengan itu, pejabat dan rakyat akan tercegah melakukan kejahatan termasuk korupsi. Kemudian dalam sistem penggajian yang layak, sehingga tidak ada alasan untuk berlaku korup. Serta teladan dari pemimpin, sehingga tindak penyimpangan akan terdeteksi secara dini. Penyidikan dan penindakan pun tidak sulit dilakukan. Dan adanya pembuktian terbalik. Harta pejabat dan aparat dicatat. Jika ada pertambahan harta yang tak wajar, yang bersangkutan harus membuktikannya diperoleh secara sah. Jika tidak bisa, maka disita sebagian atau seluruhnya dan dimasukkan ke kas negara. dan hukuman yang bisa memberi efek jera. Hukuman itu bisa berupa denda, penjara yang lama bahkan bisa sampai hukuman mati, sesuai dengan tingkat dan dampak kejahatannya.
subhanallah hanya sistem islam yang dapat memupuskan keburukan dan memancarkan kebaikan…

Kaum muslimah adalah kaum yang berpikir



        Muslimah yang memahami secara pasti bahwa tujuan hidupnya adalah mencari keridhaan Allah. Dan menyadari apa yang akan dihadapinya kelak diakhirat yakni surga atau neraka adalah perempuan yang berfikir. Ia bukan sosok yang mudah terbuai dengan eksistensi semu dan terbelenggu dalam jati diri yang dangkal. Yang disebarkan oleh kafir. Ia tidak disibukan dengan berbagai pembahasan mengenai perkara-perkara yang dangkal melainkan focus perhatian terbesar dalam hidupnya adalah menjadi hamba yang taat kepada pencipta-Nya dan mengumpulkan pahala yang cukup untuk berhadapan dengan-Nya di akhirat kelak.
                                               
       Figur yang menjadi teladan kehidupannya bukanlah bintang film ataupun model. Tetapi para sahabiyah dan para muslimah terdahulu yang ketaatannya kepada allah tidak perlu di sangksikan lagi. Kalangan muslimah yang taat itu bukan dikenal ataupun dipuji baik oleh rasulullah, para ulama maupun siroh hanya karena kecantikannya. Tetapi dikenal dan dipuji karena sifat-sifat mulia. Kualitas kecerdasannya, kemurahan hatinya, kerendahan hatinya, kemuliaan akhlaknya, keberaniannya. Ketulusannya dalam menjalani perannya sebagai istri, ibu serta hamba allah swt. Mereka dikenal oleh peradaban islam bbukan karena wajahnya, tetapi karena mereka pemikir besar, pejuang terkemuka, penyair terkenal, politisi ulung dan pengemban dakwah.

        Seorang muslimah adalah individu yang menggunakan akal dan pikiran dengan sebaik-baiknya. Sehingga ia tidak meniru dan mengikuti segala sesuatu yang ada disekitarnya, sekalipun itu berarti ia harus menentang aturan Islam. Ia bukan seseorang yang terbelenggu dengan perasaan rendah diri akibat penampilannya. Tetapi sebaliknya seorang muslimah adalah individu yang penuh percaya diri dalam kehidupan yang dipilihnya sendiri karena ia telah mengatakan kebenaran islam melalui akal, pikiran dan keyakinannya. Terakhir ia bukan seorang individu yang asyik dengan citra dirinya penampilan fisiknya ataupun kehidupan pribadinya. Seorang muslim adalah individu yang memahami masalah-masalah umat manusia dan berfikir cermat mengenai peran dirinya dalam mewujudkan kehidupan yang diatur oleh islam sepenuhnya.

I hope it's you..
who make change the world with islam.

Rabu, 09 Januari 2013

riayaah suunil umah



Islam adalah sebuah sistem unik yang diwahyukan Allah SWT yang menyediakan kebutuhan baik bagi individu dan masyarakat. Allah sebagai sang Khaliq – Sang Pencipta dari semua yang ada – akan jelas tahu apa yang terbaik untuk kita. Dengan pengetahuan Nya yang tak terbatas, sistem-Nya akan dapat memberikan solusi untuk masalah manusia yang telah atau akan hadapi. Berkaitan dengan pemerintahan, Khalifah dipercayakan dalam menerapkan hukum-hukum Allah. Khalifah secara langsung bertanggung jawab sebelum Allah SWT, untuk setiap masalah yang mempengaruhi warga negara yang ada di dalam Negara Islam.
Rasulullah SAW bersabda, "Dia yang berkuasa atas lebih dari sepuluh orang akan membawa belenggu pada hari kiamat sampai keadilan melonggarkan rantainya atau tindakan tiraninya membawa dia kepada kehancuran." [Tirmidzi]
Penguasa tidak hanya perlu menanggapi orang-orang di bawah perawatan tetapi juga harus menjawab kepada otoritas yang lebih tinggi, Malik-al-Mulk (Penguasa dari segala Kedaulatan). Dengan demikian, penguasa harus memenuhi kewajiban yang diletakkan di atas dirinya karena hal ini tidak hanya merupakan mandat dari negara, tetapi adalah hukum Allah SWT. Oleh karena itu Khalifah harus peduli bagi setiap kebutuhan warga negara dan memastikan bahwa mereka tidak menghadapi kesulitan yang tidak pantas seperti kurangnya akses ke pelayanan kesehatan atau bahkan menunggu dengan sangat lama untuk mendapat perawatan.
Rasulullah SAW bersabda: "Siapa pun yang mengepalai salah satu urusan kaum muslimin dan tetap menjauhkan diri dari mereka dan tidak membayar dengan perhatian pada kebutuhan dan kemiskinan mereka, Allah akan tetap jauh dari dirinya pada hari kiamat…. "[Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Hakim]
Hadis di atas jelas menunjukkan beratnya tanggungjawab orang yang berkuasa. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, ia terlihat agak murung. Salah seorang pembantunya bertanya mengapa dia begitu sedih dan khawatir. Umar menjawab, "Siapa pun yang berada di bawah tanggung jawabku; aku harus menyampaikan dan memberikan kepada mereka semua hak-hak mereka, apakah mereka menuntut atau tidak akan hak-hak mereka."
Perawatan bagi orang-orang yang berada di bawah otoritas negara tidak dinilai berdasarkan anggaran tahunan atau aspirasi politik melainkan didasarkan pada hak-hak yang diberikan kepada mereka oleh Allah SWT. Hal ini mewajibkan Khalifah untuk menyediakan hak-hak mereka dengan sangat hati-hati dengan kepedulian yang terbaik dari kemampuan yang dimiliki dirinya, apakah warga negara menyadari hak itu atau tidak, dan apakah mereka telah meminta untuk itu atau tidak.
Kesehatan dalam Khilafah
Nabi SAW bersabda: "Setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab untuk orang-orang yang dipimpin. Jadi, penguasa adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya." [Bukhari & Muslim]
Imam bertanggung jawab untuk mengelola urusan-urusan rakyat. Salah satu kebutuhan dasar adalah bahwa Khilafah harus menyediakan layanan kesehatan. Ketika Rasulullah SAW sebagai kepala negara di Madinah diberikan seorang dokter sebagai hadiah, ia tugaskan dokter tersebut ke umat Islam. Kenyataan bahwa Rasulullah SAW menerima hadiah dan dia tidak menggunakannya, bahkan dia menugaskan dokter itu kepada kaum muslimin, dan hal ini adalah bukti bahwa kesehatan adalah salah satu kepentingan umat Islam.
Karena negara berkewajiban untuk membelanjakan anggaran negara pada penyediaan sistem kesehatan gratis untuk semua orang, maka Baitul-Mal harus menyusun anggaran untuk kesehatan. Jika dana yang tersedia tidak mencukupi maka pajak kekayaan akan dikenakan pada umat Islam untuk memenuhi defisit anggaran.
Berbeda dengan sistem kapitalis, sistem Islam memandang penyediaan kesehatan kepada warga negaranya dari perspektif manusia dan bukan aspek ekonomi. Ini berarti bahwa pemimpin Negara Islam terlihat untuk menyediakan sarana kesehatan yang memadai dan berkualitas baik kepada rakyat, bukan demi memiliki tenaga kerja yang sehat yang dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian tetapi demi memenuhi tugasnya mengurus kebutuhan orang-orang dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Kedokteran keunggulan dalam sejarah Islam
Ketika Islam diterapkan sebagai sebuah sistem lengkap, Islam menyediakan sarana untuk berprestasi di segala bidang seperti ilmu pengetahuan dan teknologi. Di masa lalu, individu di bawah Khilafah membuat kontribusi yang luar biasa untuk bidang medis.
Khilafah pada masa itu menyediakan banyak rumah sakit kelas satu dan dokter di beberapa kota: Baghdad, Damaskus, Kairo, Yerusalem, Alexandria, Cordova, Samarkand dan banyak lagi. Kota Baghdad sendiri memiliki enam puluh rumah sakit dengan pasien rawat inap dan pasien rawat jalan dan memiliki lebih dari 1.000 dokter.
Rumah sakit umum seperti Bimaristan al-Mansuri, didirikan di Kairo pada tahun 1283, mampu mengakomodasi 8.000 pasien. Ada dua petugas untuk setiap pasien yang melakukan segala sesuatu untuk diri pasien agar mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dan setiap pasien mendapat ruang tidur dan tempat makan sendiri. Para pasien baik rawat inap maupun rawat jalan di beri makanan dan obat-obatan secara gratis.
Ada apotik dan klinik berjalan untuk perawatan medis bagi orang-orang cacat dan mereka yang tinggal di desa-desa. Khalifah, Al-Muqtadir Billah, memerintahkan bahwa setiap unit apotik dan klinik berjalan harus mengunjungi setiap desa dan tetap di sana selama beberapa hari sebelum pindah ke desa berikutnya.
Dari catatan sejarah di atas, kita melihat bahwa ketika Penguasa benar-benar menerapkan aturan Allah SWT, barulah saat itu masyarakat akan benar-benar berkembang dan berhasil. Namun, penting untuk diingat bahwa kemajuan materi tidak menyamakan dengan kesuksesan sejati – mencari keridhaan Allah SWT.
Bagi khalifah hal tersebut bukan hanya tentang bagaimana menyediakan pelayanan medis, melainkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang dirinya dipercayakan untuk bertanggung jawab atas mereka.

Minggu, 06 Januari 2013

pengemban dakwah pantang menyerah

Ada kalanya kita sebagai pengemban dakwah selalu dihujani dengan berbagai tindak penolakan dakwah
Karena peluang hasil dari suatu kerja dakwah antara diterima dan ditolak
ada kalanya kita tak selalu menyiapkan penolakan tersebut
Apakah selalu ada hasrat berharap menuntut pada objek dakwah agar mereka menerima apa yang kita sampaikan?

Maka bersiaplah untuk merangkul kekecewaan karena buah tuntutan dan harapan pada manusia
Menataplah kedepan bahwa tumpuan dan harapan itu bukan kepada manusia dan cukuplah hanya kepada Allah. Karena Allah yang Maha Membolak Balikkan hati manusia
Maka siapkan "resiko penolakan" niscaya dakwah itu begitu nikmat dan seru

Memang bukan perkara yang mudah
Mamang ini perihal yang sulit. Namun sulit bukan berarti kita tidak bisa.
Lantangkan bahwa kita "Pasti Bisa!"

Karena setiap usaha untuk membangun tegaknya Syariah dan Khilafah selalu ada pundi-pundi pahala menawan
Wajar jika akan selalu dihadang oleh beribu tantangan dan rintangan
Karena kita pengemban mabda' Islam, maka kita tak akan mundur!
Karena kita Yakin akan janji Allah, maka kita tak akan kendur!

Mari melangkah menyeru kepada Islam Kaffah
Mari berlari untuk menyibak kemungkaran sistem jahiliyah

Khilafah tinggal permasalahan waktu
Berjuanglah menjemput INDAHnya hidup dalam naungan Khilafah yang insyallah keberkahannya akan menaburi dari langit dan bumi. Allahuakbar!

ingatlah masih ada allah

Saat kita melangkah terkadang dihadang oleh ujian masalah yang terasa berat hingga membuat kita menangis...

Tak mudah memang menghadapi cobaan yang mendera, namun akan terasa indah tatkala kita mampu menumbuhkan kesabaran dan memupuk rasa syukur karena menyadari bahwa itu bagian dari cara Allah memberikan kebeningan dan kemuliaan jiwa dalam kehidupan kita...

Barangkali juga Allah ingin agar kita kembali merajut benang keimanan yang sempat terkoyak karena menyimpang dari nilai keikhlasan...

Oleh karena itu, bangkitlah...

Apapun masalahmu jangan pernah menyerah...

Sesungguhnya akan ada jalan keluar yang terindah...

Sesungguhnya badai akan berlalu...

Mentari pun akan bersinar...

Dan ingatlah ada Allah yang kan selalu menyertai setiap langkah kita...

Semoga Allah melimpahkan mutiara kesabaran dan keikhlasan dalam kehidupan kita, aamiin...

Senin, 31 Desember 2012

-Agent of change-





Kata “pemuda” akan membuat orang berpikir tentang agent of change, semangat yang membara, kekuatan yang tiada habisnya, daya kreasi yang tak pernah terhenti, dan generasi untuk kepemimpinan Negara di masa depan. pemuda adalah sebuah subjek yang memegang parananan penting dalam keberlangsungan hidup masyarakat.

Tapi, pada
saat ini banyak masalah yang mengintai siswa SMP dan SMU, seperti masalah tawuran yang dicatat Komisi Perlindungan Anak (KPA), enam bulan pertama tahun 2012 ini ditemukan 139 kasus tawuran antar pelajar. Sebanyak 12 pelajar tewas dan sisanya luka berat dan ringan.. Kasus paling akhir adalah tawuran antar siswa SMU 6 dan SMU 70 Jakarta yang menewaskan Alawy siswa SMAN 6 Jakarta pada 24 September lalu.

Kasus Narkoba di kalangan pelajar juga terus meningkat dan makin membuat miris. Menurut data Badan Narkotika Nasional DKI, tercatat pada 2011, kasus narkoba yang menjerat SMP sebanyak 1.345. Pada tingkat SMA, 3.187 pelajar terancam rusak masa depannya karena barang haram ini (Republika.co.id, 26/5).

maraknya seks bebas di kalangan remaja. Banyak survei memberi bukti. Akibatnya. angka aborsi di kalangan remaja tinggi. Total dari 2008 – 2010 jumlahnya sebanyak 2,5 juta kasus. Mirisnya, berdasarkan data yang dimiliki Komnas PA, dari 2,5 juta kasus aborsi, sebanyak 62,6 persen dilakukan anak di bawah umur 18 tahun.

Dan Masih ada sederet masalah lain mengancam remaja termasuk siswa SMP dan SMU. Di tengah situasi semacam itu, justru muncul tuduhan tentang Rohis sarang teroris Yang lebih parah lagi kemerosotan keimanan dan takwa kepada Allah SWT, sangat jauh sekali dari nilai-nilai ajaran islam yang mayoritas penduduk indonesia bahkan pemudanya sekalipun beragama islam. Agama hanya dijadikan kedok untuk menutupi kesalahan, agama hanya di jadikan sebagai  aktivitas ritual saja.

Lalu sekarang, apakah masih layak pemuda masa kini di sebut sebagai “Agen Of change”? Faktanya keberadaan pemuda sekarang sangat jauh sekali dari peran “Agen Of Change” itu sendiri. Lalu apa benar demokrasi dan nasionalisme yang dari dulu menopang indonesia ini merupakan asas untuk kebangkitan indonesia? Kalau benar seperti itu sudah jauh dari dulu indonesia mengalami dinamisme kebangkitan. Tapi pada faktanya demokrasi hanya memberikan kemaslahatan pada individu-individu saja. Intinya demokrasi telah “gagal total” untuk mensejahterakan rakyat.  Cukup sabarkah pemuda masa kini dengan keadaan ini hingga enggan bergerak, Atau hanya geram tanpa ada action, padahal di satu sisi masih ada solusi yang dapat mengeluarkan rakyat dari permasalahan ini.

 

pemuda harus menyadari bahwasannya islam itu rahmat bagi seluruh alam. Islam itu tidak sesempit sebagai aktivitas ritual saja, tetapi islam itu mencakup seluruh aspek kehidupan, mengatur seluruh aspek kehidupan dengan syariahnya, baik pada bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang  sosial, bidang politik, bidang keamanan pertahanan dan sebagainya.  Untuk menerapkan syariah ini maka harus ada sistem pemerintahan islam sendiri untuk menanunginya yaitu Khilafah. Salah jika ada orang yang beranggapan bahwa non-muslim tidak akan sejahtera, hak beragama non-muslim di kekang,  atau ketika islam tegak  semua orang non-muslim itu beralih agama menjadi islam. Pandangan tersebut salah karena pada massa kepemimpinan Umar bin Khattab ra beliau tidak diam saja ketika kedhaliman yang menimpa orang-orang non muslim. Seperti  kasus kezaliman seorang anak penguasa di wilayah propinsi Mesir di masa kepemimpinannya.

 

Dengan hal itu, apakah ketika ada solusi terbaik didepan kita, maka kita akan abaikan saja? Tentu tidak. Pemuda masa kini wajib bicara soal syariah karena Syariah Islam merupakan satu-satunya  pilihan dan konsekuensi keimanan kita kepada ALLah SWT dan Rasul-Nya. Syariah  hal yang rasional untuk diterapkan dalam rangka mengubah kedhaliman menjadi keadilan di tengah-tengah umat manusia. Pemuda harus sadar akan hal ini, karena peran pemuda adalah “Agen Of change” yang dapat merubah kondisi yang bobrok ini ke arah yang lebih baik.  Pemuda dengan kesadarannya akan takwa kepada Allah SWT harus mempunyai peran besar di tengah-tengah masyarakat, melakukan edukasi yaitu melakukan opini umum pada masyarakat,  hingga melakukan agregasi atau membentuk persepsi-persepsi yang sama di tengah masyarakat dan membentuk kesadaran mereka, dan terakhir artikulasi, membentuk perubahan menuju indonesia lebih baik dengan syariah.